Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

3 Tips Sederhana Menjaga Kesehatan Tubuh

·

Sudah lama tidak posting mengenai tips kesehatan. Berikut tips untuk meningkatkan kesehatan tubuh (kali ini bukan masalah berat badan lagi loh):

  1. Ubah gaya makan. Adakalanya berdiet merupakan sebuah keputusan yang salah. Karena tidak sedikit yang ketika berhasil menjalankan diet lalu kembali gemuk karena “balas dendam” terhadap makanan :) Alternatif lain yang dapat dilakukan adalah mengubah gaya makan. Kebiasaan yang perlu dijalankan lainnya adalah mengganti kebiasaan menyemil dengan buah-buahan yang segar. So, pastikan selalu tersedia buah segar yang siap disantap ketika keinginan menyemil muncul. Jika buah-buahan cukup merepotkan bisa digantikan dengan selalu tersedianya air putih segar.
  2. Ubah gaya hidup.
    • Selain mengubah gaya makan, kita pun perlu mengubah gaya hidup agar lebih sehat. Tips sederhana yang paling mudah adalah membiasakan menarik nafas dalam-dalam. Aktivitas ini dapat dilakukan dipagi hari maupun disetiap ada kesempatan. Dan Cari kegiatan fisik yang menyenangkan seperti bermain bulu tangkis atau olah raga lainnya. Namun yang terpenting adalah jadikan kegiatan ini sebagai rutinitas. Tips yang paling sederhana adalah tidur dan bangun tepat waktu. Tidur dibiasakan sekitar jam 10 malam dan bangun jam 4 pagi, namun disesuaikan dengan kebutuhan. Yang penting adalah waktu tidur menjadi rutin. Langkah selanjutnya adalah memastikan agar mendapat tidur yang pulas :)
  3. Jangan menyerah! Tips terakhir adalah bila sudah merencanakan langkah-langkah untuk mendapatkan hidup sehat (dari sumber manapun), jangan menyerah! Mengubah gaya makan dan hidup merupakan proses yang tidak mudah dan juga tidak sebentar. Carilah tips kesehatan yang sesuai dengan dirimu agar bisa dijalankan dengan senang hati. Pastikan kamu menjalaninya dengan suasana menyenangkan.
Coba mulailah ubah gaya hidup anda,,,

Read More..

Ejakulasi Dini

·

Terlalu cepat keluar?!

FernandoGazaliThu, 2007-06-21 00:07

 Angela, sebut saja begitu, mengeluh kepada Vanda sahabatnya, “Bagaimana mau menikmati? wong baru sebentar saja sudah muncrat!” ujar Angela. “Sabar.. namanya juga pengantin baru” jawab Vanda mencoba meredam kekesalan sahabatnya. “Pengantin baru apaan, aku kan sudah 1 tahun menikah!” jawab Angela kesal.

Obrolan semacam itu mungkin sering terdengar dari para wanita yang sudah berumahtangga. Ejakulasi dini merupakan disfungsi seksual yang banyak dialami pria, di samping disfungsi ereksi. Tetapi pada awalnya banyak pria yang mengalami ejakulasi dini tidak menyadari bahwa itu termasuk gangguan fungsi seksual. Mereka hanya merasa dan mengeluh pada dirinya sendiri, mengapa ejakulasinya terlampau cepat terjadi. Bahkan ketika pasangannya mengeluh, mungkin mereka hanya menjawab bahwa memang begitu keadaannya.

Menurut informasi yang ada, sekitar 50% keluhan ejakulasi dini terjadi pada kaum muda dan 1 dari 3 pria dewasa melaporkan bahwa ejakulasi mereka lebih cepat daripada yang mereka harapkan. Pada pria yang telah menikah, 30-40 % mengalami ejakulasi dini. Banyak pria yang akhirnya mengalami kesulitan dalam mencapai dan mempertahankan ereksi juga diawali dari kondisi ejakulasi dini yang lama dan tidak diobati.

Apakah ejakulasi dini itu?

Ada beberapa pengertian yang dianut oleh para ahli mengenai ejakulasi dini:

1. Batasan ejakulasi dini didasarkan pada waktu tertentu ketika terjadi ejakulasi.

2. Ejakulasi dini ditentukan oleh berapa kali seorang pria mampu melakukan gerakan ketika berhubungan seksual sebelum terjadi ejakulasi. Ada yang menggolongkan ejakulasi dini kalau ejakulasi terjadi kurang dari 20 kali goyangan.

3. Ejakulasi dini diartikan sebagai ketidakmampuan menahan ejakulasi sampai pasangannya mencapai orgasme.

4.

Ejakulasi dini ditentukan oleh mampu tidaknya pria mengendalikan ejakulasi agar terjadi sesuai dengan keinginannya.

Tampaknya pengertian keempat yang kini lebih dapat diterima. Berdasarkan pengertian yang keempat, maka ejakulasi dini berarti ketidakmampuan mengontrol ejakulasi sehingga terjadi dalam waktu singkat, yang tidak sesuai dengan keinginannya, paling sedikit 50% dari kesempatan melakukan hubungan seksual, dengan syarat tidak ada gangguan seksual pada istri.

Gangguan ini terjadi bervariasi mulai dari yang ringan, sedang, sampai berat. Ejakulasi dini ringan berarti ejakulasi terjadi setelah hubungan seksual berlangsung singkat, hanya beberapa kali gesekan. Pada ejakulasi dini sedang, ejakulasi terjadi setelah terjadi masuknya penis ke dalam vagina. Sedang pada ejakulasi dini berat, hubungan seksual tidak sempat berlangsung karena ejakulasi terjadi sebelum berlangsung penis masuk ke dalam vagina. Ejakulasi terjadi begitu penis menyentuh kelamin wanita bagian luar. Bahkan sebagian kecil pria dengan ejakulasi dini berat sudah mengalami ejakulasi sebelum penisnya menyentuh kelamin wanita bagian luar.

Tetapi apapun jenis ejakulasi dini yang terjadi, pria yang mengalaminya sama merasa tidak puas karena ejakulasi terjadi dalam waktu sangat singkat di luar kehendaknya sehingga hubungan seksual harus berakhir. Di pihak lain, wanita pasangannya juga sama, merasa tidak puas.

Penyebab ejakulasi dini

Ada beberapa teori penyebab ejakulasi dini:

1. Ejakulasi dini dapat disebabkan suatu gangguan yang bersifat psikofisiologik. Ada beberapa masalah yang melatar belakangi terjadinya ejakulasi dini, yaitu hubungan suami istri yang tidak harmonis, perasaan tidak senang terhadap pasangannya, dan rasa takut terhadap wanita.

2. Kecemasan juga berperan penting dalam proses ejakulasi dini karena masalah tersebut acapkali merupakan bagian dari situasi dan hampir semua penderita dapat mengendalikan ejakulasi selama masturbasi. Hubungan seksual terlarang dan takut diketahui orang lain mendorong kecemasan. Adanya ketidakpuasan partner seksual juga akan menambah kecemasan yang ujungnya akan memperparah ejakulasi dini.

3. Kebiasaan mencapai orgasme dan ejakulasi secara tergesa-gesa sebelumnya. Misalnya suka masturbasi atau onani dengan tergesa-gesa.

4. Kurang berfungsinya serotonin, suatu bahan neurotransmitter yang berfungsi menghambat ejakulasi.

5. Gangguan kontrol syaraf yang mengatur peristiwa ejakulasi (hipersensitivitas refleks ejakulasi). Pria dengan disfungsi ereksi pada umumnya mengalami ejakulasi dini. Sebaliknya, pria dengan ejakulasi dini pada akhirnya dapat mengalami disfungsi ereksi.

Berbeda dengan disfungsi ereksi, pria yang mengalami ejakulasi dini mampu mencapai ereksi dan melakukan hubungan seksual walaupun ejakulasinya terlampau cepat terjadi. Hanya pada ejakulasi dini yang berat, hubungan seksual tidak sempat berlangsung karena ejakulasi sudah terjadi sebelum penis masuk ke vagina. Pada disfungsi ereksi, hubungan seksual tidak dapat berlangsung karena ereksi terganggu, atau kalaupun sempat berlangsung, segera terhenti karena ereksi hilang.

Dampak ejakulasi dini

Apapun jenis berat-ringannya, yang pasti ejakulasi dini mengakibatkan hubungan seksual berlangsung tidak harmonis. Pada ejakulasi dini, ketidakharmonisan bahkan disebabkan karena ketidakpuasan pada kedua belah pihak. Pria yang mengalami ejakulasi dini merasa tidak puas karena hubungan seksual berlangsung sangat singkat di luar kehendaknya. Walaupun dapat mencapai orgasme, pria yang mengalami ejakulasi dini juga merasa sangat kecewa karena tidak mampu memberikan kepuasan seksual kepada pasangannya. Apalagi kalau pasangannya mengungkapkan kekecewaan dalam bentuk reaksi yang menyalahkan penderita.

Lebih jauh, reaksi yang muncul adalah perasaan takut atau khawatir setiap akan melakukan hubungan seksual. Perasaan ini justru akan semakin memperburuk keadaan ejakulasi dini. Jika keadaan ini terus berlangsung, maka pada akhirnya pria tersebut dapat mengalami disfungsi ereksi.

Wanita yang mempunyai pasangan mengalami ejakulasi dini pada umumnya tidak dapat mencapai orgasme karena hubungan seksual segera berakhir. Kekecewaan yang muncul selanjutnya dapat berubah menjadi kejengkelan disertai perasaan takut setiap akan melakukan hubungan seksual. Akibat lebih jauh dapat berupa hilangnya dorongan seksual dan dispareunia (nyeri saat berhubungan seksual).

Perlu anda ketahui, sebenarnya ejakulasi dini tidak menunjukkan adanya gangguan pada sperma, artinya, pria yang mengalami ejakulasi dini tidak berarti mengalami gangguan sperma. Jadi ejakulasi dini bukan petunjuk bahwa pria itu mengalami gangguan sperma. Juga tidak menyebabkan kemandulan pada pria.

Tapi pada ejakulasi dini yang berat, dapat juga terjadi hambatan kehamilan karena sperma tidak sempat masuk melalui vagina akibat ejakulasi yang terjadi sebelum hubungan seksual berlangsung. Hambatan kehamilan menjadi masalah baru lagi yang semakin memperburuk masalah yang timbul akibat ejakulasi dini.

Cara mengatasi ejakulasi dini

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini. Pertama, dengan sex therapy. Kedua, menggunakan obat untuk mengontrol ejakulasi. Ketiga, dengan operasi syaraf. Cara pertama dan kedua banyak dilakukan dan memberikan hasil yang cukup baik. Tetapi cara ketiga walaupun pernah dilakukan di negara tertentu, sampai kini ternyata tidak populer dan tidak banyak digunakan.

Sex therapy, yang dilakukan untuk mengontrol ejakulasi dilakukan dengan bantuan istri. Pada dasarnya cara ini dilakukan melalui beberapa langkah.

Langkah pertama, istri melakukan masturbasi terhadap suami yang menderita ejakulasi dini dengan posisi suami berbaring terlentang, sampai suami merasa ingin orgasme dan ejakulasi.

Langkah kedua, pada saat suami merasa ingin orgasme dan ejakulasi, istri melakukan penekanan pada penis dengan menggunakan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, selama beberapa detik untuk menghambat terjadinya ejakulasi.

Langkah ketiga, istri melakukan masturbasi terhadap suami sampai terjadi ereksi yang cukup, lalu segera memasukkannya ke dalam vagina dalam posisi istri di atas suami tanpa melakukan gerakan. Bila suami merasa akan ejakulasi, istri segera mengangkat tubuhnya dan melakukan penekanan pada penis seperti pada langkah kedua. Selanjutnya rangsangan dengan masturbasi diulang lagi, dan dilanjutkan dengan hubungan seksual seperti di atas.

Langkah keempat, dilakukan setelah beberapa hari melakukan latihan di atas. Pada langkah ini, suami diizinkan melakukan tekanan untuk mempertahankan ereksinya selama melakukan hubungan seksual dengan posisi istri di atas.

Langkah kelima dilakukan bila suami sudah lebih mampu mengontrol ejakulasi. Pada langkah ini pasangan dapat melakukan hubungan seksual dengan posisi samping. Kalau dengan posisi ini suami mampu menahan ejakulasi, maka hubungan seksual dapat dilakukan dalam posisi suami di atas.

Latihan tersebut diharapkan tetap dilakukan selama 6-12 bulan setelah itu dan kapan saja bila diperlukan. Tetapi cara ini tidak selalu mudah dilakukan karena beberapa alasan, yaitu ketertutupan pihak pria terhadap istrinya, tiadanya komunikasi dan kerjasama suami istri dalam masalah seksual, dan perasaan enggan atau malas melakukan latihan karena harus membuang waktu dan dianggap tidak praktis.

Bisa juga dilakukan tips-tips dibawah ini:

1. Arahkan pikiran dan konsentrasi, hindari kecemasanArahkan pikiran Anda pada sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya dengan sex saat berhubungan badan. Bisa juga sambil memikirkan hal yang Anda tidak sukai. Hal ini akan mengurangi rangsangan yang diterima. Jauhkan juga rasa cemas dan khawatir.

2. Mengurangi sensitivitas pada kepala penisGunakan kondom, cream, atau alat bantu seks lainnya yang dapat mengurangi rangsangan yang diterima oleh pihak pria. Pilihlah kondom yang berjenis tebal atau gunakanlah 2-3 lapis kondom sekaligus (kondom pertama digunakan hingga 1/4 bagian menutupi penis, kondom ke- 2 dipakai 1/2 bagian menutupi penis dan kondom ke-3 menutupi seluruh penis). Dengan cara ini sensitivitas kepala penis/ glands penis akan sedikit berkurang dan sensasi kondom lapis 3 tersebut akan terasa nikmat bagi istri anda.

3. Teknik cabut Ketika si laki-laki akan orgasme buru-buru dicabut tepat pada waktunya, jangan sampai sperma keluar semua. Tehnik ini diperlukan peran serta istri agar dapat berhasil.

4. Teknik Squeeze (merupakan bagian dari Sex therapy)Saat akan terjadi ejakulasi, sang suami harus segera memberitahukan kepada istri agar istri segera menekan bagian bawah glands penis/kepala penis dengan jempol jari tangan hingga menyumbat aliran ejakulasi sperma sampai selesai fase ejakulasi. Atau dengan menekan pangkal penis dengan jempol jari tangan. Tekanan dari jempol jari tangan ini akan mencegah aliran cairan mani/semen keluar.

5. Posisi yang tepatCarilah posisi-posisi hubungan intim yang biasanya dapat Anda nikmati dalam waktu yang lama. Pakailah posisi tersebut di awal permainan agar Anda dapat tahan lama dan pasangan Anda bisa orgasme atau keluar lebih dahulu.

6. Foreplay lebih lamaLakukan pemanasan/foreplay lebih lama hingga istri Anda benar-benar terangsang (bila perlu hingga orgasme), sehingga walaupun Anda ejakulasi dalam waktu yang cepat tetapi istri Anda juga sudah terpuaskan.

Cara pengobatan ejakulasi dini yang lain ialah dengan menggunakan obat yang berkhasiat mengontrol ejakulasi. Ada beberapa jenis obat yang dapat mengontrol ejakulasi. Tetapi mengingat obat tersebut mempunyai efek samping, maka penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter.

Daftar Pustaka

Intisari edisi khusus Healthy Sexual Life

kompas.com/kesehatanSmith, Tony: Pertolongan Pertama Dokter di Rumah Anda. Obor, 2001

www.bkkbn.org.co.id

www.gemapria-bkkbn.com

www.mediasehat.com/konsultasikesehatan

www.ONClinicIndonesia.comwww.organisasi.org

Read More..

Keseimbangan

·

Apa itu PETTING? Petting sebenarnya berasal dari Amerika yang berarti “menyentuh” atau “mencumbu”. Terkait dengan hubungan intim, petting berarti memberikan rangsangan pada organ seksual atau payudara pasangan yang biasanya dilakukan dengan tangan atau mulut untuk memberikan kesenangan seksual. Petting sering disebuat bagian dari foreplay yang berarti sesuatu yang dilakukan sebelum hubungan intim dimulai dan ha ini baik dilakukan bagi kedua pasangan agar tubuh siap untuk penetrasi yang sesungguhnya.

Hampir seluruh wanita membutuhkan petting sebelum hubungan intim untuk mempersiapkan organ genital. Lebih khusus petting akan membuat vagina terbuka, mengeluarkan cairan vagina dan membuat wanita senang sehingga ia benar-benar menikmati hubungan intim. Kegagalan memberikan petting pada pasangan merupakan salah satu kesalahan paling umum dilakukan pria sehingga berujung ketidakpuasan hubungan intim bagi wanita. Petting bukan hanya dapat dilakukan pria terhadap wanita dengan mencumbu, mencium, menjilat, menghisap payudara dan puting, menstimulus clitoris, vulva dan vagina dengan tangan, bibir atau lidah sementara wanita dapat melakukan hal yang sama pada pria dengan menyentuh, meraba, mencium dan menjilat dan menghisap penis pasangan. Petting akan sangat mengasyikan bagi pasangan dan sangat membantu pasangan wanita mencapai klimaks. Kasus I: "Petting" "Saya K, remaja putri berusia 17 tahun. Ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan : 1. Saya suka sekali memainkan klitoris saya. Apakah dengan melakukan hal tersebut berarti saya melakukan onani/masturbasi? 2. Saya punya pacar dan kami seringkali melakukan cumbuan. Pacar saya sering sekali memainkan vagina saya dengan tangannya. Yang ingin saya tanyakan, apakah saya masih perawan? Karena dari vagina saya pernah keluar darah dan saya merasakan ngilu. 3. Apakah saya bisa hamil apabila saya dan pacar saya saling menggesekkan alat kelamin, tetapi kami berdua masih menggunakan underwear? 4. Apakah puting payudara akan mengencang apabila merasa nafsu? Wah, saya minta maaf apabila pertanyaan saya terlampau banyak. Mohon segera dijawab, terima kasih!" Jawaban: Dear K yang pertanyaannya banyak. Sebelumnya terima kasih atas pertanyaannya... Langsung dijawab aja ya .... 1. Masturbasi atau onani adalah perilaku merangsang organ kelamin sendiri untuk mendapatkan kepuasan seksual. Nah dari cerita kamu, kamu memang melakukan masturbasi. Hal ini karena klitoris adalah salah satu titik rangsangan seksual pada perempuan. Perlu juga diketahui bahwa banyak dampak dari melakukan masturbasi/onani antara lain: * Infeksi terutama jika menggunakan alat-alat yang membahayakan seperti benda tajam, benda lain yang tidak steril. * Energi fisik dan psikis terkuras, biasanya menjadi mudah lelah, sulit konsentrasi, dan malas melakukan aktivitas lain. * Dapat merobek selaput dara (karena letak selaput dara hanya sekitar 1-1,5 cm dari permukaan vagina). * Pikiran terus-menerus ke arah fantasi seksual. * Perasaan bersalah dan berdosa. * Bisa lecet jika dilakukan dalam frekuensi tinggi. * Kemungkinan mengalami ejakulasi dini pada saat nantinya berhubungan intim. * Kurang bisa memuaskan pasangan jika sudah menikah (karena terbiasa memuaskan diri sendiri atau merangsang diri sendiri. * Menimbulkan kepuasan diri dan eksplorasi diri. * Menimbulkan ketagihan. 2. Perawan atau tidak perawannya seorang tidak dapat diukur dari sudah sobek atau belumnya hymen/selaput dara. Tetapi, lebih pada kejujuran pada diri sendiri berkaitan dengan pernah atau tidaknya melakukan hubungan seksual. Tetapi, kalau yang kamu tanyakan apakah selaput dara kamu masih utuh atau tidak, kemungkinan besar tidak utuh lagi mengingat panjangnya jari tentu saja lebih panjang dari jarak selaput dara yang hanya 1-1,5 cm dari liang vagina. 3. Jawabannya. Biiisaaa!! karena yang kamu lakuin itu namanya petting yaitu melakukan hubungan seks dengan atau tanpa pakaian, tetapi tanpa melakukan penetrasi penis kedalam vagina. Walaupun tanpa melepaskan pakaian, petting tetap dapat menimbulkan kehamilan yang tidak diinginkan karena sperma tetap bisa masuk ke dalam rahim ketika terangsang perempuan akan mengeluarkan cairan yang mempermudah masuknya sperma ke dalam rahim, sedangkan sperma itu sendiri memiliki kekuatan untuk berenang masuk ke dalam rahim jika tertumpah pada celana dalam yang dikenakan perempuan, apalagi jika langsung mengenai bibir kemaluan..gimana serem gak tuh..makanya kalo bisa jangan coba-coba lagi ya. 4. Jawabannya.. ya...apalagi kalau diraba-raba atau kena rangsangan yang akibatnya ya payudara jadi mengencang padat. Prinsipnya hampir sama dengan prinsip ereksi pada pria. Gimana, udah jelas kan??? Salam manis. Kasus II: Kebiasaan Onani "Saya cowok umur 18 tahun, berat 59 kg, tinggi 168 cm, punya kebiasaan onani sejak kelas IV SD. Di samping itu, jika banyak minum air putih, buang air seninya jadi sering, 5 sampai 10 menit sekali. Yang mau saya tanyakan, apakah alat reproduksi saya masih berfungsi dengan baik dan saya masih bisa punya keturunan? Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih." Jawab : Halo Boy, Onani tidak menimbulkan risiko fisik seperti mandul, impotensi, cacat, dan lain-lain, asal dilakukan secara aman, steril, dan tidak menimbulkan luka serta infeksi. Onani juga tidak menimbulkan kemandulan atau gangguan saraf, jadi tentu saja alat kelamin kamu masih dapat berfungsi dengan baik dan dapat memberikan keturunan. Pengaruh onani atau masturbasi biasanya bersifat psikologis, seperti perasaan bersalah dan berdosa, dan kadarnya juga berbeda-beda pada setiap orang. Oke deh, segitu aja penjelasan dari kita. Semoga bisa membantumu ya. Salam Curhat Kasus III: Alat Kelamin Wanita "Dear Curhat, saya gadis 15 tahun, ada beberapa yang ingin saya tanyakan mengenai alat kemaluan wanita. 1. Apakah bulu yang tumbuh di sekitar alat kemaluan harus dipotong? Kalau iya, dengan cara apa, apakah digunting dan harus sampai bersih? Jika tidak, apakah akan mengganggu? 2. Apakah baik jika memakai pantyliners setiap harinya? Dan paling baik diganti berapa lama? Apakah boleh jika hanya diganti setiap mandi saja? 3. Jika sedang mens, saya hanya mengganti pembalut jika mandi saja, apakah hal itu wajar, karena beberapa orang mengganti tiap 4 jam sekali? Apakah darah yang dikeluarkan oleh saya pada waktu mens tergolong normal? 4. Sekarang banyak tisu pembersih alat kelamin, dan sabun untuk alat kelamin, apakah aman jika menggunakan produk tersebut? Terima kasih kepada Curhat yang bersedia menjawab pertanyaan saya, karena saya bingung mau bertanya kepada siapa. Semoga Curhat semakin banyak membantu kawula muda." (Tina) Jawab: Dear Tina, Wah, lagi bingung yah. Kita langsung aja bahas pertanyaan kamu ya.... 1. Rambut-rambut yang tumbuh di sekitar organ reproduksi memang kudu dipotong. Cowok-cewek harus rutin memotong rambut-rambut ini supaya pertumbuhannya tidak berlebihan. Kalau rambut ini tumbuh lebat banget, wah, malah jadi tempat yang asyik buat bakteri, jamur, atau virus bahaya lainnya berkembang biak. Enggak perlu dicukur abis, cukup dipendekkan saja sebulan satu kali. Rambut-rambut ini kita perlukan buat pertumbuhan "bakteri baik" yang membantu kita melawan bakteri jahat. 2. Pantyliners membantu kita mengatasi saat-saat berat keputihan. Keputihan normal biasanya dialami cewek menjelang mens, sesudah mens, atau saat-saat cewek sedang suntuk berat. Pantyliners membantu kita menjaga kebersihan organ reproduksi. Sebaiknya, jangan digunakan setiap hari, enggak bagus juga buat pergantian udara di sekitar organ reproduksi. 3. Mengganti pembalut sebaiknya memang setiap 4-5 jam sekali. Apalagi kalau sedang banyak-banyaknya. Menstruasi setiap orang berbeda, ada yang sangat banyak, tapi hanya 2-3 hari, ada juga yang mensnya sedikit tapi lama. Tiap individu memiliki siklusnya masing-masing. 4. Bagus juga kalau sesekali kita menggunakan tisu/sabun pembersih organ kelamin. Tapi ingat, jangan berlebihan supaya enggak ikut membunuh bakteri baik tadi. Dua minggu sekali cukup. Salam manis.

Read More..

Kirim Komentar Anda



Pengunjung On Line Saat Ini